Kisah Seorang yang Shaleh
Di pagi hari yang masih gelap gulita seorang pemuda berjalan keluar dari rumahnya guna melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid. Di tengah perjalanan ia terjatuh, sehingga pakaiannya kotor, kemudian ia kembali lagi ke rumahnya mengganti pakaiannya dengan yang bersih dan bergegas keluar menuju masjid. Di tengah perjalanan, ia terjatuh di tempat yang sama kedua kalinya, namun niat yang baik tidaklah ia urungkan, ia kembali ke rumah mengganti pakaiannya kemudian berangkat lagi. Tak lama ia kemudian bertemu dengan seorang laki-laki yang membawa lampu yang menawarkannya agar berangkat ke masjid bersama.
Setibanya di masjid laki-laki pembawa lampu tadi tidak mau mau memasuki masjid dan segera beranjak pergi. Sang pemuda pun heran dengan laki-laki tersebut.
- Pemuda : Wahai paman kenapa tidak ikut shalat berjama'ah?
- Pembawa Lampu : Maaf pemuda aku tidak ingin shalat, sebenarnya aku adalah setan. Aku lah yang selalu membuatmu terjatuh di tengah perjalananmu.
- Pemuda : Lantas, mengapa engkau membawakanku lampu dan mengantarkanku ke masjid?
- Pembawa Lampu : Saat aku menjatuhkanmu dan kamu tetap kembali untuk pergi ke masjid saat itulah Allah mengampuni dosamu. Saat aku menjatuhkanmu ke dua kalinya dan kamu tetap kembali untuk pergi ke masjid, saat itulah Allah mengampuni dosa keluargamu. Aku khawatir jika kamu jatuh dan bangkit untuk ketiga kalinya Allah akan mengampuni dosa orang-orang di kampungmu, dan aku tidak menginginkan itu. oleh karena itu lebih baik aku antarkan kamu ke masjid.
Begitulah sahabat blogger, betapa hebatnya kekuatan niat baik. Meski secara fisik berat untuk dilaksanakan, sebenarnya memiliki nilai tinggi di mata Allah. Terutama niat baik yang tulus untuk meraih ridho Allah, tentu akan ditolong-Nya bahkan dibukakan jalan baginya.